Strategi Toyota Pemasaran Internasional
« Globalisasi / pasar bebas
Globalisasi atau pasar bebas (free trade) merupakan suatu fakta yang harus dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Dengan adanya pasar bebas, berbagai hambatan terhadap kegiatan-kegiatan bisnis dihapuskan atau dikurangi, baik itu hambatan tarif maupun non tarif.
Era globalisasi yang ditandai dengan banyaknya perjanjian perdagangan bebas yang diteken Indonesia mengancam industri otomotif nasional. Di era ini, Indonesia menjadi target pasar negara-negara yang memiliki industri otomotif kuat, seperti India, Tiongkok, dan Korea Selaran (Korsel).
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menuturkan, saat ini, Indonesia meneken perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) atau kerja sama ekonomi komprehensif (economic partnership agreement/EPA) dengan beberapa negara baik langsung maupun tidak langsung. Alhasil, tarif bea masuk (BM) impor mobil utuh (completely built up/CBU) menjadi rendah.
« Keberhasilan produk/perusahaan Indonesia dalam menaklukan pasar internasional
Kita sebagai bangsa Indonesia patutnya bangga, sebab sudah banyak sekali perusahaan asli Indonesia yang telah melambung tinggi di pasar global, salah satunya yaitu Garuda Indonesia. Menjulangnya posisi Garuda Indonesia di mata dunia tidak terlepas dari berbagai hal, salah satunya adalah pencapaian target-target operasional dengan dasar visi yang kuat. Dengan visi “Strong distinguished airline through providing quality services to serve people around the world with Indonesian hospitality”, Berbeda dengan karakteristik dari perusahaan yang menjualkan produk berupa barang, Garuda Indonesia sebagai perusahaan yang berkembang dibidang jasa penerbangan harus mengutamakan produk berupa kenyamanan dan keamanan dalam menjaga kualitas brand-nya.
Garuda Indonesia berkembang dengan mengimplementasikan global branding dengan strategis terutama apabila dikaitkan dengan konsep keunggulan kompetitif. Maskapai tersebut telah menawarkan jasa penerbangan dengan rute dan kapasitas terbesar di Indonesia dengan model full-service. Garuda Indonesia berupaya melakukan transformasi, dari yang sebelumnya hanya bergerak pada trajektori maskapai penerbangan lainnya menuju brand baru yang mencoba membawa karakteristik budaya Indonesia dalam setiap penerbangannya. Didalam branding tersebut dikembangkan berbagai pelayanan dengan selayaknya Indonesian hospitality yang kemudian diimplementasikan oleh Garuda Indonesia dalam berbagai aspek baik fisik maupun pelayanan. Proses branding yang pertama melalui indera penglihatan, yang mana terjadi banyak transformasi dari segi desain logo, livery pesawat, maupun interior pesawat. Garuda Indonesia memadukan kualitas pesawat yang tinggi dengan budaya Indonesia tradisional dengan tujuan untuk memunculkan kekhasan dari brand Garuda dari segi fisik.
Lalu strategi branding yang kedua adalah pendengaran. Garuda Indonesia yang mengupayakan terciptanya nuansa Indonesia didalam kabin, mencoba menambahkan lantunan musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan lantuan musik yang terus diputar, penumpang seakan-akan diperkenalkan dengan atmosfir kebudayaan Indonesia. Dengan begitu tidak sulit untuk membuat memori tersendiri bagi para penumpang Garuda Indonesia. Garuda Indonesia bekerjasama dengan Addie Ms dalam pembuatan backsound dalam Wewangian tersebut terbuat dari cengkeh dan pala yang merupakan aroma penenang, sehingga cocok untuk dibaurkan didalam kabin pesawat. Selanjutnya indera keempat yang coba dieksplorasi oleh Garuda Indonesia adalah pengecapan.
« Perbedaan tarif produk
Tarif biasanya dihubungkan dengan proteksionisme, kebijakan ekonomi yang membatasi perdagangan antarnegara. Untuk alasan politik, tarif umumnya dikenakan pada barang impor, meskipun juga dikenakan pada barang yang diekspor. Dahulu, prosentase tarif terhadap sumber penerimaan negara sangatlah tinggi dibandingkan dengan saat ini. Ketika pengiriman barang tiba pada kawasan pabean atau pelabuhan, petugas pos pengawasan melakukan inspeksi atas barang dan mengenakan bea masuk sesuai dengan ketentuan perundangan. Pedagang yang mencoba menghindari tarif dikenal dengan penyelundup.
Dalam ekspor impor, tarif diberlakukan untuk menaikkan biaya impor untuk barang tertentu. Bagi konsumen domestik, cara tersebut bisa mengurangi permintaan barang impor karena harganya lebih mahal. Bagi pengekspor, tarif membuat produk mereka menjadi tidak kompetitif di pasar negara tujuan. Selain itu pengenaan tarif juga bisa melindungi produsen dalam negeri termasuk industri yang baru berkembang dan menyembangkan ketidakadilan pada praktik ketidak adilan para produsen asing yang melakukan praktik dumping alias menjual harga lebih murah daripada pasar mereka. Tarif juga bisa menambah pendapatan pemerintah dari pajak.
« Kerjasama ekonomi
kerja sama ekonomi internasional adalah kerja sama yang menunjukkan hubungan antarnegara dalam bidang ekonomi dengan dasar kepentingan tertentu untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan struktur kegiatan ekonomi nasional. Kerja sama tersebut penting dilakukan mengingat setiap negara tidak bisa dipisahkan dari negara-negara lainnya.
Produsen otomotif asal Jepang, Toyota Motors akan bekerja sama dengan Isuzu Motors dalam mengembangkan teknologi mobil listrik dan kendaraan otonom, khususnya untuk kendaraan komersial. Seperti dilaporkan Nikkei Asia Review, Toyota berencana mengakuisisi 4,6% saham Isuzu senilai 42,8 miliar yen atau sekitar Rp 5,7 triliun (asumsi kurs Rp 133,3/yen), dan Isuzu akan membeli saham Toyota dengan nilai yang sama.Toyota dan Isuzu pernah menjalin kerja sama cukup erat pada 2006. Ketika itu Toyota menguasai hampir 6% saham Isuzu dan sebaliknya. Kerja sama keduanya waktu itu adalah untuk mengembangkan mesin diesel. Namun pada 2018 Toyota dan Isuzu mengakhiri kerja samanya, dan masing-masing menjual sahamnya. Kini kemitraan terbaru dua pabrikan otomotif asal Negeri Sakura ini juga melibatkan Hino Motors, anak perusahaan Toyota yang dianggap sebagai saingan Isuzu. Ini demi menggabungkan kekuatan Isuzu dan Hino yang kuat pada segmen kendaraan komersial melalui strategi teknologi CASE Toyota, yakni connected, autonomus, shared, and electric.
« Mata Uang dan Nilai Tukar
kurs adalah harga suatu mata uang dari suatu negara terhadap mata uang yang berasal dari negara lainnya. Kurs bisa dinilai atau dinyatakan dengan mata uang dari negara lain. Kurs juga adalah suatu perbandingan nilai. Maksudnya, saat ada pertukaran antar dua mata uang yang saling berbeda. Maka di dalamnya akan menghasilkan perbandingan pada nilai atau harga dari mata uang itu. Kurs juga sering disebut dengan nilai tukar mata uang. Kurs memiliki peranan penting dalam hal transaksi, khususnya pada kegiatan ekspor dan impor karena kurs mampu menerjemahkan berbagai harga dengan mata uang yang berbeda dari negara-negara lain.
Dijelaskan Executive General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, pihaknya melakukan strategi hedging atau lindung nulai kurs. Dengan strategi ini, raksasa otomotif asal jepang ini bisa melindungi risiko atau nilai hutang jika ada perubahan nilai mata uang.
"Sebagai perusahaan sebesar PT TAM, dan melakukan joint venture antara Toyota dan Astra pasti mengenal hedging. So far posisi kita masih aman (tidak menaikan harga jual kendaraan)," jelas pria yang akrab disapa Soerjo saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain strategi tersebut, Toyota memang masih melihat dan menunggu perkembangan nilai tukar mata uang ini. Pasalnya, pemerintah juga tengah berusaha untuk menaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
« Standarisasi produk dan adaptasi produk disuatu wilayah/negara
Standardisasi adalah upaya untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi usaha. Sedangkan Sertifikasi adalah kegiatan penilaian kesesuaian yang berkaitan dengan pemberian jaminan tertulis dan produk telah memenuhi regulasi.
Adaptasi produk (product adaptation) mengacu pada penyesuaian standar sebuah produk untuk memenuhi kondisi atau kebutuhan setempat, terutama di pasar luar negeri. Dalam pemasaran internasional, adaptasi merupakan pertimbangan penting ketika memasarkan ke luar negeri.
Kebijakan standarisasi produk dapat dilakukan oleh perusahaan berkenaan dengan adanya kesempatan dan menurunnya hambatan perdagangan di tingkat dunia seperti terjadi pada pelaksanaan Pasar Bersama ASEAN 2015. Selain itu standarisasi produk bisa juga disebabkan karena adanya kesamaan kebutuhan dan kesamaan selera konsumen yang semakin meningkat. Walaupun sifat produk seperti barang konsumen tahan lama (misalnya TV, kamera, VCR, mobil dsb) memiliki peluang lebih baik di standarisasi dibandingkan barang tidak tahan lama (produk segar hortikultura, makanan, minuman, barang-barang kebutuhan pribadi, pembersih rumah tangga dan konveksi) secara tradisional belum merupakan calon yang baik untuk standarisasi.
Namun adanya selera konsumen yang seragam di banyak negara maka produk konsumen tidak tahan lama tersebut juga dapat distandarisasi. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari media massa, khususnya televisi dalam menayangkan atau melakukan siaran langsung program-program yang sama secara terus menerus tanpa melihat kebangsaan konsumen, siaran tersebut akan mempengaruhi keinginan konsumen terhadap jenis produk yang sama dan memiliki gaya hidup yang pada dasarnya sama.Sedangkan kebijakan adaptasi umumnya dipengaruhi oleh lokalisasi atau lingkungan nasionalnya. Pemilihan kebijakan adaptasi didasarkan pada kaidah bahwa produk harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan negara yang bersangkutan karena perbedaan lingkungan, khususnya budaya. Contoh desain kemasan produk minuman sari buah untuk orang Indonesia berbeda dibandingkan untuk orang Singapura.
Dengan demikian adaptasi spesifikasi produk dapat menyangkut perubahan pada produk dan kemasan di setiap negara. Keuntungan pemilihan kebijakan adaptasi produk dapat membuat produk lebih menarik untuk konsumen lokal, namun perubahan-perubahan itu umumnya akan mendorong biaya variabel yang lebih tinggi.
Pada beberapa perusahaan kedua kebijakan di atas tidak diterapkan secara dikotomis, melainkan ada tingkat standarisasi sebagaimana adapula tingkat adaptasinya. Yang penting adalah orientasi global dari manajemen yang tercermin dalam rencana pemasaran yang menekankan standarisasi sepanjang hal itu efisien dalam biaya dan diterima secara budaya.
« Peran pemerintah terhadap proteksi produk luar
Proteksi perdagangan (trade protection) adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi arus ekspor dan impor barang dan jasa. Proteksi mengambil berbagai bentuk seperti tarif impor, subsidi, kuota, pelabelan, persyaratan keamanan dan kesehatan produk. Tujuannya adalah untuk melindungi kepentingan perekonomian domestik, misalnya melindungi produsen lokal dari persaingan impor.
Proteksionisme adalah adalah musuh perdagangan bebas. Pengkritik mengatakan kebijakan semacam itu hanya akan menghasilkan alokasi sumber daya yang tidak efisien pada tingkat global. Itu mungkin memberi manfaat bagi satu pihak, tapi merugikan pihak lainnya. Alih-alih mendukung perkembangan perekonomian domestik, proteksi menghasilkan industri yang kurang kompetitif dalam perdagangan internasional karena terlalu menggantungkan pada kekuatan pemerintah.
Dari sekian banyak produk asli indonesia yang telah berhasil berjaya di tanah air dan mengangkasa di kancah internasional, tentunya ada andil pemerintah untuk terus mengupayakan pengutamaan penggunaan dan menggenjot penjualan produk lokal ditengah maraknya barang-barang impor yang bebas masuk ke Indonesia. Hal ini dilakukan pemerintah untuk:
1. Mencegah kompetisi yang tidak adil
Proteksi perdagangan bisa jadi merupakan bentuk pembalasan kepada negara mitra. Produsen di negara mitra mungkin menerapkan praktek anti persaingan seperti dumping. Dumping adalah praktik di mana produsen mereka mengekspor pada harga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar dalam negeri mereka. Karena lebih murah dari yang seharusnya, perusahaan domestik harus menghadapi persaingan yang tidak wajar dari barang impor. Untuk mencegah efek buruknya, pemerintah menerapkan proteksi dengan memberlakukan tarif antidumping
2. Menyelamatkan lapangan kerja Domestik
Peningkatan impor mengurangi peluang penciptaan lapangan kerja domestik. Lonjakan impor meningkatkan pasokan di pasar domestik. Itu menciptakan tekanan terhadap produsen domestik. Pembeli domestik mungkin lebih menyukai produk impor daripada produk lokal. Produk impor berharga lebih murah karena skala ekonomi produsennya. Selain itu, mereka mungkin menawarkan fitur yang lebih menarik. Sebagai hasilnya, produsen domestik kalah bersaing dan posisi mereka terancam. Beberapa mungkin tutup, sementara yang lain masih beroperasi tapi di bawah tekanan.
3. Melindungi industri yang telah matang dan strategis
Proteksi tidak hanya untuk industri baru, tetapi juga yang telah mencapai tahap matang. Mereka strategis karena menyerap banyak sekali tenaga kerja dan memiliki rantai produksi yang panjang.
Wah Jadi pingin beli Pajero
BalasHapus